skip to Main Content
021-2278-5644 info@excelis.co.id
Malas, Terlalu Banyak Wacana Sedikit Bekerja

Malas, Terlalu banyak wacana sedikit bekerja

Malas adalah kalimat yang sangat rajin mampir melewati telinga kita dan bahkan melewati fikiran kita pada saat seseorang tidak ingin melakukan sesuatu atau memulai sesuatu, istilah keren yang anak Milenial sebut sekarang adalah MAGER (Malas Gerak), lama kelamaan Malas ini terasa buruk sekali, bahkan untuk pekerjaan sangat amat tidak baik, terus menerus bergenerasi malas ini bisa menjadi virus yang akan menetap di dalam diri seseorang, apalagi virus Corona yang hadir ditahun ini semakin mensupport rasa malas mendarah daging dan tertanam di dalam diri seseorang, lalu bagaimana cara kita dapat melawan malas? Malas itu Penyakit atau Sifat?.

Sebelum kita melangkah lebih jauh membahas tentang malas jujur aku pun saat ini menulis artikel ini sambal melawan rasa malasku berfikir membuat artikel, entah kenapa rasanya mustahil di dunia ini ada seseorang yang tidak pernah merasakan malas seumur hidupnya, hanya aku yakin yang membedakan kita dengan mereka orang-orang sukses di luar sana adalah karena mereka memiliki tujuan dan dorongan yang kuat sehingga ketika malas datang perlawanan mereka cukup kuat agar malas itu pergi segera dari fikiran mereka.

Sebenarnya mudah bagi kita berfikir trik dan tips untuk bisa menghindari sifat malas namun start nya yang rasanya berat untuk dimulai karena apa? Karena malas dan malas, padahal ketika kita memiliki sebuah tujuan besar yang ingin kita capai dalam jangka waktu tertentu hal tersebut bisa menjadi pendorong loh, ga apalagi niat kita adalah ingin membahagiakan orang tua, ingin sukses, ingin membahagiakan pasangan, ingin membahagiakan keluarga dan banyak lainnya, mengapa sulit memulai semua ini, ini dikarenakan self talk negative yang mampir di fikiran dan masuk dengan mudah kea lam bawah sadar kita, “Aku ingin rasanya mengejar cita-cita ku menjadi seorang penyiar yang handal tepat diumur ku yang ke 25” namun tiba-tiba muncul fikiran “ah nanti aja deh mending main dulu, masih lama umur 25”, “ah mager banget deh enak nonton drakor sambil nambah wawasan”, “ah sebelum nanti sibuk dengan pekerjaan mending puasin aja dulu main”, itulah yang dinamakan self talk negative.

Kebiasaan tidak baik ini lebih baik segera kita usir dari diri kita, lambat laun semakin dirasa semakin dinikmati akan berdampak keterpurukan pada diri kita, baik dalam karir maupun kehidupan lainnya, lalu mala situ penyakit atau bukan? Menurut aku malas itu adalah sifat, yang kalo dibiarkan terus menurus dapat mengakibatkan penyakit di diri kita, malas olah raga otot kaku dan cepat sakit perut pun ikut membesar, habis makan ngantuk tidur kena gula (diabetes), malas mandi penyakit kulit, malas sikat gigi sakit gigi, kaum rebahan lah yang sangat memahami hal ini, tapi ada bedanya ga sih malas dengan lelah? Jelas beda, lelah itu adalah ketika kita menginginkan mengistirahatkan sejenak fikiran dan tenaga seperti re charge setelah itu kembali aktif untuk mengejar rencana yang kita miliki, nah kalo malas ya tidak ada tujuan aja maunya rebahan, semakin dibiarkan dampak demi dampak akan datang, bayangkan kalian ada seorang pemimpin perusahaan ada anak buah yang malas tidak bisa di atur pasti di pecat, kalian adalah RT disebuah tempat ada orang malas, ada kegiatan warga tidak hadir, kerja bakti tidak hadir, apa respon kalian pasti kesal, dan itu lah yang akan terjadi jika sifat malas ini dibiarkan terus menerus akan berbalik ke diri kita masing masing, tidak diinginkan keberadaannya dimanapun Lingkungan Kerja, Lingkungan tempat tingggal, dan bahkan lingkungan keluarga sendiri, bisa mengganggu psikologis kita dan depresi kemudian bunuh diri.

Lalu bagaimana kah caranya agar kita dapat perlahan mulai membuang rasa malas tersebut :

  1. Berdoa kepada Tuhan agar kita dihindari dari sifat malas

Tuhan yang menciptakan kita punya segalanya, mintalah kepadanya agar kita diberikan kekuatan untuk melawan sifat buruk yang mulai lambat laun tertanam pada diri kita.

  1. Berkomitmen terhadap sesuatu

Coba membuat goals dalam hidup misal ingin punya rumah, dan komitmen akan hal itu untuk dikejar.

  1. Membuat dokumentasi goals dari step 1 ke step lainnya

Nah setelah kita berkomitmen pada Goals kita yang perlu dilakukan selanjutnya adalah mengejar itu semua dengan car mendokumentasikannya step by step dan buat lah deadline missal, mau beli rumah, berapa harga rumah nya, berapa tahun kiranya kita bisa kumpulkan uangnya dan berapa target menabung dalam 1 bulan tulis dan buat list itu, jika perlu pajang di dekat pintu kamar.

  1. Berkumpul dengan orang-orang yang rajin dan disiplin

Pepatah mengatakan jika kita berkumpul dengan tukang parfume maka kita akan ikut wangi, sama halnya dengan menghilangkan malas, kita pun perlu bergaul dengan seseorang yang disiplis agar kita terbawa dan mendapat pelajaran dari dia.

  1. Membuat apresiasi dan hukuman

Nah kita perlu membuat hukuman jika kita tidak sesuai dengan pencapaian yang kita kejar missal jika kamu tidak mencapai list target kamu maka kamu harus memberi sedekah sebesar sekian, atau kamu tidak bisa pergi bermain kemana-mana sebagai gantinya.

Semoga artikel ini yang saya berikan bermanfaat untuk kita semua dan semoga kita semua tethindar dari sifat malas, stay focus to your target.

Article By :

Aldyno Putra Pratama

Instagram : @aldyno_putra_p

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top